Rabu, 23 November 2011

Pemenang Lomba flyer sosialisasi popok kain modern

Semua karya peserta baguuusss.. membuat bingung semua juri, tapi tetap harus diputuskan juaranya. Dan setelah proses penjurian yang lumayan panjang, inilah juara lomba flyer "sosialisasi popok kain modern"
kriteria penilaian:
- materi: informatif, persuasif, jelas
- desain: pemilihan dan paduan warna, komposisi
- kelengkapan disain: foto duta KPK, logo, kolom contact person

Juri: panitia, juri independent di bidang disain, sponsor

juara 1: Riki Mirza (178.1)


catatan: disain oke, pemilihan warna bagus, komposisi mantap. Dari segi materi cukup untuk memperkenalkan popok kain modern (klo dibaca sekilas orang yang baca sudah bisa menangkap maksudnya). Sedikit kekurangan pada pengertian clodi/popok kain modern, "clodi=cloth diaper, artinya popok kain, tidaklah sama dengan popok kain tradisional"
popok kain tradisional=cloth diaper jg. popok kain modern = modern cloth diaper = inovasi dari popok kain tradisional.

juara 2 : Cantika2 (169.9)
 

catatan: disain bagus, pemilihan dan paduan warna berani, tapi tetap menonjolkan warna2 soft khas advertising produk bayi. dari segi materi cukup informatif dan lengkap.
kekurangan: kurang readible, membuat mata lelah untuk membaca berlama2, karna teks dan tulisan bertabrakan dengan background. Logo KPK juga kurang pas (kurang sesuai aslinya)


Juara fav: Yonni Andrianto (dengan catatan: vote yg diterima 43 like_prioritas member KPK)


Semua karya peserta adalah hak milik KPK, jd yg mau cetak harus minta ijin dulu ke KPK (boleh nyetak yg mana aja), dan KPK boleh merubah isi/materi dengan tidak merubah disain.

Terimakasih kepada semua peserta, panitia, juri, dan sponsor, juga member KPK terutama yang sudah memberikan suaranya. Semoga kita semua bisa memasyarakatkan popok kain modern.

Selasa, 01 November 2011

Jenis2 Cloth diaper dan perangkatnya

(Copas dari doc group)

Cloth Diaper ada berbagai jenis, di bawah ini adalah adalah macam2 cloth diaper dan perangkatnya :
1. AIO – All-In-One diaper:  Diaper jenis ini tidak perlu menggunakan lapisan penyerap/absorbent material tambahan. Lapisan penyerapnya dijahit menyatu pada diaper. Jenis ini yang paling menyerupai disposable diaper karena merupakan one-piece diapering system. Perbedaannya hanya, diaper ini bisa dipakai ulang. Kelebihannya adalah, karena one-piece maka sifatnya praktis dan mudah digunakan. Kita tak harus membawa-bawa kain penyerap terpisah bila bepergian. Kekurangannya adalah, lebih lama kering bila dijemur karena punya lapisan penyerap yang tebal. Kekurangan lainnya lebih sulit dibersihkan dibandingkan cloth diaper jenis lain. Variasi lebih lanjut dari AIO adalah AI2.


Rabu, 05 Oktober 2011

Menjahit popok sendiri

by : Ossy

Untuk yang mempunyai waktu luang dan sedikit keahlian menjahit, tak ada salahnya untuk membuat popok kain sendiri. Bahan yang digunakan bisa dari bahan yang tidak terpakai lagi, misalnya selimut, bedong, t-shirt, kain ihrom, dll. Atau membeli dulu bahan di toko yang menjual bahan popok (misal: produsen yang memang menjual cloth diaper fabric)
Berikut sedikit pengalaman dalam membuat fitted diaper. Bahannya dari kain flanel bekas bedong.
  • siapkan pola dan bahan2 (kain, velcro, elastic), dan alat seperti gunting, jarum . 
  • lipat pola dan kain, lalu gunting kain sesuai pola. Beri jarum agar tidak bergeser. Beri jarak antara sisi pola dan sisi guntingan untuk jahitan. Buat 2 lembar untu bagian dalam (inner) dan bagian luar (outer)

  •  Gunting pola persegi panjang untuk soakerpad (penyerap), misal ukurannya 12 x 30 cm sebanyak 6 lembar 

Senin, 26 September 2011

Pengalaman ber-popok kain di kampung halaman (berdasarkan cerita peserta lomba)

Menggunakan popok kain modern (clodi) saat ini sudah mulai marak di kalangan urban-parents (para ortu yang tinggal di perkotaan), karena untuk mendapatkannya sebagian besar yaitu melalui media internet. Dikala hari raya tiba, banyak urban-parents membawa serta clodi ke kampung halaman mereka.

Kebanyakan orangtua jaman dulu (kakek-nenek si bayi/batita) kurang setuju dengan penggunaan clodi. Seperti dituturkan Lisna ekowatiningrum.
"Awalnya ibu saya kurang suka dengan popok kain, karena repot memasukkan insert & mengancingkan snap-nya. Menurutnya juga terlalu "bulky" sehingga khawatir Zafran akan "ngangkang suatu saat nanti". Terlebih lagi, terlalu banyak aturan saat mencuci ucap beliau. Tidak boleh memakai deterjen dengan pewangi, pemutih & zat tambahan lain, tidak boleh direndam dalam air deterjen, dll. Beliau ngotot memakai popok sekali pakai untuk sehari-hari Zafran. "
Namun setelah terjadi insiden ruam, sang ibu tersadar. "Alhamdulillah beliau sadar & menyetujui keputusan saya memakaikan popok kain. Bahkan jika buyut  ato nenek Zafran yang lain meminta saya memakaikan pospak, ibu langsung menceritakan hal di atas."