Tampilkan postingan dengan label BERBAGI CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERBAGI CERITA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Cerita berpopok kain Tsaqib, 14m,10,5kg

 by: Ari Utami

Salam. Bunda-bunda yang cantik, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang nyambi sebagai guru di sebuah boarding school di tempat nun terpencil di Anyer, Serang. Bisa dibilang daerah hutanlah. Tapi tidak berarti saya ketinggalan informasi ya, kalo terlambat informasi mungkin iya, karena saya tahu tentang popok kain baru tahun 2011 waktu anak keduaku usia 3 bulanan.

Berawal dari pertanyaan kritis saya yang stress banget pengen bebas dari pospak#karena tahu dampak dan pemborosan finansialnya# Suami saya merasa pernah membaca status facebook salah satu teman kuliahnya dulu tentang popok kain, lalu huntinglah kami berdua mencari temannya itu, tetapi karena lokasinya cukup jauh akhirnya kami mencari lokasi distributor terdekat. Saat itu yang kami tahu pertama adalah merk GG.

NEW BABY, NEW PARENTS, NEW CLODI

by Umama Umi

Nama Anak: Nadirah Rajwa Safitra
Nama Ortu: Ayah Revi Ade Safitra & Bunda Umama


Clodi yang ditabung dari sejak hamil sudah prewashed & tersusun rapi (bersyukur banget punya suami yg setia mendengarkan celotehan saya setiap selesai membaca dokumen, curhatan, serta petuah2 seputar clodi di group KomPoKa, yang kemudian sangat support plus semangat berencana untuk memakaikan clodi ke calon baby).

Alhamdulillah, 7 Okt kemarin babygirl kami lahir (BB 3,3kg ; TB 47cm)

Senin, 26 September 2011

Pengalaman ber-popok kain di kampung halaman (berdasarkan cerita peserta lomba)

Menggunakan popok kain modern (clodi) saat ini sudah mulai marak di kalangan urban-parents (para ortu yang tinggal di perkotaan), karena untuk mendapatkannya sebagian besar yaitu melalui media internet. Dikala hari raya tiba, banyak urban-parents membawa serta clodi ke kampung halaman mereka.

Kebanyakan orangtua jaman dulu (kakek-nenek si bayi/batita) kurang setuju dengan penggunaan clodi. Seperti dituturkan Lisna ekowatiningrum.
"Awalnya ibu saya kurang suka dengan popok kain, karena repot memasukkan insert & mengancingkan snap-nya. Menurutnya juga terlalu "bulky" sehingga khawatir Zafran akan "ngangkang suatu saat nanti". Terlebih lagi, terlalu banyak aturan saat mencuci ucap beliau. Tidak boleh memakai deterjen dengan pewangi, pemutih & zat tambahan lain, tidak boleh direndam dalam air deterjen, dll. Beliau ngotot memakai popok sekali pakai untuk sehari-hari Zafran. "
Namun setelah terjadi insiden ruam, sang ibu tersadar. "Alhamdulillah beliau sadar & menyetujui keputusan saya memakaikan popok kain. Bahkan jika buyut  ato nenek Zafran yang lain meminta saya memakaikan pospak, ibu langsung menceritakan hal di atas."