Foto duta Kompoka dan logo Kompoka dapat diunduh di album foto group Kompoka
Selasa, 27 September 2011
Senin, 26 September 2011
Pengalaman ber-popok kain di kampung halaman (berdasarkan cerita peserta lomba)
Menggunakan popok kain modern (clodi) saat ini sudah mulai marak di kalangan urban-parents (para ortu yang tinggal di perkotaan), karena untuk mendapatkannya sebagian besar yaitu melalui media internet. Dikala hari raya tiba, banyak urban-parents membawa serta clodi ke kampung halaman mereka.
Kebanyakan orangtua jaman dulu (kakek-nenek si bayi/batita) kurang setuju dengan penggunaan clodi. Seperti dituturkan Lisna ekowatiningrum.
Kebanyakan orangtua jaman dulu (kakek-nenek si bayi/batita) kurang setuju dengan penggunaan clodi. Seperti dituturkan Lisna ekowatiningrum.
"Awalnya ibu saya kurang suka dengan popok kain, karena repot memasukkan insert & mengancingkan snap-nya. Menurutnya juga terlalu "bulky" sehingga khawatir Zafran akan "ngangkang suatu saat nanti". Terlebih lagi, terlalu banyak aturan saat mencuci ucap beliau. Tidak boleh memakai deterjen dengan pewangi, pemutih & zat tambahan lain, tidak boleh direndam dalam air deterjen, dll. Beliau ngotot memakai popok sekali pakai untuk sehari-hari Zafran. "
Namun setelah terjadi insiden ruam, sang ibu tersadar. "Alhamdulillah beliau sadar & menyetujui keputusan saya memakaikan popok kain. Bahkan jika buyut ato nenek Zafran yang lain meminta saya memakaikan pospak, ibu langsung menceritakan hal di atas."
Langganan:
Postingan (Atom)